Selamat Datang Di Blog Saya

Semoga menambah kebaikan untuk semua


Selasa, 07 Agustus 2012

Karya Kita*

- Kata-kata mengungkapkan pikiran kita
- Sikap kita mencerminkan harga diri kita
- Tintakan menunjukkan watak kita
- Kebiasaan akan meramalkan masa depan kita


*Diambil dari kata2 yg dipajang diToko buku salamadani

Senin, 21 Mei 2012

Sekolah Bintang Madani SD 3 Goes To Situ Cangkuang

179_5131 179_5169 179_5174

 

Bersamamu kutemukan warna. Terimakasih Allah atas kesempatan untuk bisa bergabung dengan mereka semua. Disini kutemukan senang, bahagia, canda, tawa, duka. Semoga mereka kelak menjadi orang yang paling berguna. Amiin ya Allah…

Syukurku Alhamdulillah

Alhamdulillah… itu yang terucap dihari kemarin, hari ini dan hari-hari selanjutnya. setelah sekian lama aku memimpikan untuk punya motor, akhirnya tercapai juga. meskipun belum 100% menjadi milikku sendiri (masih harus nyicil). tapi tidak menjadi soal, aku sangat bersyukur kepada Allah, karena pada akhirnya aku diberi jalan kemudahan untuk punya motor. Aku menjadi semakin yakin dengan kata “the miracle of dream” keajaiban mimpi. Tentu saja semua ini berawal dari mimpi yang kemudian menjadi cita-cita & kelak menjadi nyata. Sekitar 2 tahun yang lalu aku menuliskan semua mimpi-mimpiku, harapan-harapanku. Dan memiliki motor menempati urutan yang ke- dalam daftar yang kubuat. Aku sebenarnya menuliskan motor yamaha mio warna hijau karena aku lebih suka warna hijau tapi akhir-akhir ini aku lebih tertarik pada warna ungu [purple]. dan tidak dinyana ada yang ingin menjual motor mio warna plat ungu. pas banget dengan warna yang sedang ku gandrungi. luar biasa cara Allah memang tidak disangka-sangka.

Bagiku, punya motor bukanlah untuk maen gaya-gaya-an tapi bagiku adalah efektivitas & efisien waktu. Jujur, aku sedang semangat-semangatnya untuk bekerja, tentu saja pekerjaan yang menghasilkan. Karena aku merasa ini adalah masaku untuk membuktikan bahwa aku telah “sukses” menghidupi diriku sendiri bahkan bisa berbagi dengan keluargaku. Aku ingin membuktikan bahwa hidup bebas dalam tanda kutip tidak menggantungkan diri pada orang lain bisa aku lakukan sendiri. Aku ingin membuktikan pada orang-orang yang selama ini menganggapku “lemah”. Bahwa hari ini aku tidak mau lagi menjadi orang-orang yang hidup dibawah tekanan. aku ingin bebas melakukan apa yang terbaik menurutku.

Mereka tidak lagi bisa memaksaku untuk melakukan ini melakukan itu. Karena aku pilih hidupku yang seperti ini. Memang manusia tidak bisa hidup sendiri alias makhluk sosial. Tapi aku punya tafsiran sendiri tentang makna “makhluk sosial”. Aku sepakat manusia tidak bisa hidup sendiri tapi sosial disini bukan dalam artian kita di”manfaatkan” oleh orang lain atau memanfaatkan orang lain untuk kepentingan diri sendiri. Karena sosial bagiku adalah simbioasis mutualisme-> hubungan saling menguntungkan. Tidak merugikan pihak manapun.

Alhamdulillah, sekarang ini aku merasakan kemerdekaan yang se-merdeka-merdeka[nya. Tanpa merasa terbebani oleh apapun. Aku bisa menentukan apapun yang bisa aku lakukan. tentu saja dengan tetap memperhatikan rambu-rambu yang ada. Aku bersyukur, bersyukur, dan bersyukur

SBM 22 Mei 2012

Diam sejenak

Minggu, 20 Mei 2012

Apa saja yang harus disiapkan saat ingin menikah? ^^

Pernikahan merupakan ibadah yang disunnahkan oleh Rasulullah dengan tujuan untuk menjaga diri dari yang Allah haramkan. Selain itu pernikahan ditujukan untuk meraih Ridho Allah agar terbentuklah keluarga sakinnah, mawaddah, dan rahmah sehingga mampu melahirkan generasi yang shaleh maupun shalehah. Hingga pada akhirnya mampu memberikan kebaikan baik bagi keluarga itu sendiri maupun bagi orang-orang yang ada disekitarnya (sholeh individu & sholeh sosial).

Rumah tangga didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan, tetapi untuk selama-lamanya. Karenanya begitu banyak yang harus dipersiapkan. Seperti persiapan ruhiyah; dengan lebih banyak, lebih mendekatkan diri lagi kepada Allah. Karena Dia-lah yang akan memberikan pasangan hidup untuk kita. Allah yang ber-hak memilihkan siapa yang akan menjadi pendamping kita. Karena menikah itu lebih banyak tantangannya dibandingkan dengan hidup sendirian. Yang keduanya persiapan fikriyah, karena menikah itu bukan tidak hanya untuk bersenang-senang semata. Akan banyak hal yang terjadi setelah berumah tangga. sehingga wawasan, pengetahuan kita-pun harus sudah dipersiapkan untuk menghadapi segala apapun yang kelak akan dihadapi bersama pasangan kita. untuk mempersiapkan fikriyah ini salah satunya dengan cara banyak membaca buku-buku yang berkaitan dengan pernikahan, ke-rumah tangga-an, dan lain sebagainya. Sebelum menikah kita harus sudah tahu ketika ada masalah ini maka penyelesaiannya ini, ketika ada persoalan itu penyelesaiannya ini. itu semua akan kita dapatkan dengan cara membaca. Selain membaca kita juga bisa menggali informasi dari orang yang sudah menikah. karena mereka pasti punya pengalaman yang lebih konkrit yang sudah mereka alami. Persiapan yang ketiga adalah persiapan jasadiyah. Menikah itu memerlukan fisik yang kuat, karena banyak hal yang harus kita kerjakan. seperti contoh menjadi seorang istri, harus melayani suami, masak, nyuci, nyetrika, nyapu, nge-pel, dan lain sebagainya, belum lagi jika seorang istri itu bekerja diluar. begitu banyak hal yang harus disiapkan. semua itu tentu saja tidak akan bisa dikerjakan oleh seorang istri jika fisiknya tidak kuat. Begitupun dengan suami, fisiknya harus kuat karena harus menyambut rizki yang sudah Allah siapkan. Suami harus bekerja agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi. Belum lagi ketika sudah punya anak. Energi yang dikeluarkanpun menjadi doubel.Karenanya fisik kita harus benar-benar disiapkan. Salah satunya dengan cara banyak berolah raga, dan lain sebagainya. Persiapan selanjutnya adalah persiapan maliyah, persiapan ini penting bagi yang akan menikah. karena menikah itu menuntut kemandirian. Tidak selayaknya masih meminta bantuan dari orangtua. rumah tangga itu banyak kebutuhannya. dari mulai yang terkecil sampai yang urusannya besar itu menjadi urusan suami istri itu. tidak bisa dilimpahkan ke yang lain. terbayang jika kita tidak mempersiapkan maliyah dari semenjak belum menikah. Ketika harus membeli peralatan rumah tangga atau untuk makan sehari-hari saja masih meminta ke orangtua. Mungkin orangtua akan bilang “kenapa menikah kalau belum siap”, Na’udzubillah semoga itu tidak terjadi pada kita kelak sudah berumah tangga. karenanya harus dipersiapkan dari sekarang, salah satunya dengan cara menabung. Agar kelak waktunya menikah sudah bisa benar-benar mandiri.

begitulah beberapa persiapan yang harus disiapkan dari semenjak belum menikah. Semoga bermanfaat, sehingga dari semua persiapan itu kelak menjadikan keluarga bahagia, sakinnah-mawaddah-warohmah. Allohu’alam.

*Sebenarnya ini nasihat untuk diriku sendiri.

266

Selasa, 27 Maret 2012

Rindu untuk Keluargaku

Ini kali pertama aku tidak masuk disekolah ini (SBM) semenjak tanggal 13 Februari kemarin aku resmi diterima mengajar. Alasan tepatnya aku sakit, hingga aku memutuskan untuk tidak masuk. Sebenarnya bukan karena sakit parah. hanya saja aku merasakan sedang ada yang tidak beres dengan kondisi tubuhku. Kurasakan semenjak hari senin, hari pertama di minggu terakhir bulan Maret. Padahal 3 hari sebelumnya berturut-turut aku libur, jum’at, sabtu, ahad. Tiga hari itu aku merasakan begitu terlalu lama untuk bertemu dengan anak-anak. tapi tak dinyana waktu hari senin tiba, aku mersa tak punya energi positif untuk bisa ditularkan pada mereka. Pada akhirnya aku tak begitu bersemangat  seharian itu dikelas. sampe-sampe yang harusnya hari itu rapat rutinan koordinasi guru untuk pertama kalinya tidak aku hadiri. Aku izin ke pa indra sebagai patner kelasku. Ah entahlah sebabnya akubegitu? Tapi rupa-rupanya setelah aku selediki, aku runut titik permasalahnnya, aku menemukan asbab asal muasal kenapa aku tidak begitu bersemangat. Rumah. ya rumah, aku keingetan untuk segera pulang kerumah orang tuaku, kampung halamanku yang sduah tidak ku tengok beberapa bulan ini. Hari minggu aku menelpon kerumah. adik-adiku (mia, adnan, & fu’ad) ternyata sudah sangat menantikan kepulanganku. terlebih ibu & bapakku. meskipun mereka tidak mengungkapkan kerinduannya secara langsung, tapi aku sangat begitu mengerti ketika mereka menanyaiku “iraha jadina mulang teh?” (Kapan jadinya pulang?). Terlebih adikku Fu’ad, dia sudah menghitung-hitung kemungkinan hari apa aku nongol. Soalnya aku bilang InsyaAllah tanggal 16 april aku pulang karena ada libur sekolah yang bertepatan dengan UASBN kelas 3. Fu’ad selalu bilang kalau aku telepon “teh diagehan huni”, adikku mia “teh diagehan jeruk”, lain halnya dengan adikku paling bontot, Adnan “teh pang meserkeun tas gendong nya….” dengan nada merengeknya. Aaah aku betul-betul rindu mereka-keluargaku. Ibu-ku setiap kali aku nelpon nanya “jadi nyah mulang tanggal 16 teh?” Ibu-ku sudah sangat pasti merindukanku. aku yakin itu. seperti halnya aku yang merindukan mereka. Rasanya sudah tidak sabar untuk segera tanggal 16, lalu aku pulang dengan membawa senyuman, senyum kebahagiaan, karena sekarang aku sudah punya pekerjaan yang gajihnya lumayan (Alhamdulillah..).

Aku hanya berbangga pada mereka (Bapa & Ibu-ku), mereka telah berhasil mengahntarkanku untuk meraih mimpi-mimpi yang kuarancang jauh-jauh hari. sekarang Aku sudah lulus kuliah, lantas aku punya pekerjaan yang lebih dari cukup untukku diwaktu ini. Aku salut pada mereka. dengan tertatih-tatih mereka berusaha mewujudkan mimpiku satu persatu. meskipun aku sangat malu belum bisa memberi sesuatu bagi mereka. tapi aku yakin dengan seperti ini aku sekarangpun mereka sudah merasa sedikit bangga melihatku. ^0^

IMG_0751

Senin, 19 Maret 2012

Tentang Zaky


Bintang madani 19 maret 2012

Hari yang begitu melelahkan, nampak seperti dalam dongeng-dongeng yang paling disukai anak-anak. Misterius, itu yang diungkapkan anak-anak. Bagaimana tidak, berjam-jam mencari seorang anak dilingkungan yang tidak terlalu besar tapi tidak juga membuahkan hasil dengan cepat. Berkali-kali aku melongok ke setiap ruangan tapi tak jua aku menemukannya. Aula, gudang, wc, bahkan belakang sekolah sekalipun yang tidak biasa dirambah oleh anak-anak saat bermain aku geladah juga bersama beberapa anak kelas 3. Zaky, nama anak yang diduga hilang itu. Dia lebih suka menamai dirinya dengan sebutan Darkness. Entahlah aku juga tidak tau alasan jelasnya kenapa dia lebih suka dipanggil darkness. Yang jelas anak itu menggemaskan sekali. Badannya gendut, pipinya gemil. Nyaris setiap hari aku selalu jembel tuh pipi tembemnya. Begitupun dengan pagi tadi. Pagi-pagi dia sudah menyapa dengan menjembel pipiku (karena dia suka ngikutin balik jembel). Tidak ada yang aneh dengan tingkahnya. Karena hari senin ada apel pagi, diapun ikut apel. Setelah itu ummi (ngaji). Aku tidak menyadari ketika outbond ternyata zaky tidak ikut. Aku tidak terlalu memperhatikan anak-anak yang jumlahnya 26 orang karena tadi itu aku sendiri (alone...) Pa indra yang jadi patnerku dikelas tidak masuk, tidak ada kabar sedikitpun. Beberapa kali aku hubungi hp-nya tapi yang terdengar hanya nada “silahkan tekan satu untuk meninggalkan pesan. Haaaah entahlah pikirku. Pokonya aku kesal. Akibatnya pagiku ta lagi dihiasi senyuman. Karena aku pikir hari tadi tuh akan diumumkan nilai anak-anak. Ah pokonya Geraaammm!!...   Ditambah lagi dengan menghilangnya Zaky, aku betul-betul kelimpungan sendiri. Aku cari-cari anak itu ke gedung sebelah tapi ta jua aku menemukannya. Aku semakin galau, cemas, tidak terbayangkan bagaimana jadinya kalau anak itu ada yang nyulik, atau ..... ah pikiranku terlalu jauh. Yang jelas aku hanya ingin anak itu ditemukan dalam keadaan baik-baik saja. Teman-temannya pun ikut mencari Zaky. Betapa khawatirnya aku. Sampe-sampe aku hubungi bu Dwi (guru kelas 3 yang lagi cuti), terus aku hubungi ibunya Zaky. Memastikan apakah Zaky ada pulang kerumah atau tidak. Jawaban ibunya membuatku semakin bingung. Katanya Zaky tidak ada pulang. Aah aku semakin cemas. Kemana lagi kucari anak itu. Tas dan sepatunya masih ada dikelas. Aku yakin pasti anak itu masih ada disekitar sekolah. Lantas akupun penasaran dengan WC yang tertutup karena sudah dikunci. WC yang ada di lantai satu aku coba buka dengan kunci yang entah berapa jumlahnya. Aku coba saja masukin satu persatu kunci itu dengan hati penuh harap kalau aku akan menemukan anak itu disitu. Setelah beberapa kunci barulah pintu itu bisa dibuka dan ah ternyata Zaky ada disitu. Betapa leganya aku. Senang tapi bercampur kesal. Senang karena anak itu ditemukan, kesalnya karena dia harus bersembunyi seperti itu (karena aku yakin dia bersembunyi bukan terkunci). Ah Zaky anakku... kau membuat dadaku berdebar, jantungku berdegup kencang. Aku hanya berharap kejadian ini tidak untuk diulang lagi dan ditiru oleh siapapun.

Terima kasih Allah atas indahnya hari ini. Aku tau kau sedang mendidiku, mengajariku, meski dirasa berat. Tapi aku tahu Engkau akan semakin memberiku kekuatan & kesabaran dengan apa yang telah Engkau ujikan ini. Sekali lagi terima kasih